Perhatikan kebersihan motor Anda
TEGAL, - Musim hujan telah tiba.
Bagi Anda pengguna sepeda motor sebagai sarana transportasi sehari-hari,
selain perlu kewaspadaan tinggi, juga harus rela melakukan upaya ekstra
merawat tunggangan Anda tersebut.
“Merawat sepeda motor bukan hanya untuk
menjaga tampilannya semata, tetapi juga untuk keamanan dan kenyamanan
saat dikendarai,”
merawat motor setelah digunakan berkendara
di tengah guyuran hujan, tak sekadar mencuci dan mengeringkannya.
Beberapa bagian atau komponen juga membutuhkan perlakuan khusus.
“Sehingga ketika motor digunakan, komponen itu berfungsi dengan baik. Walhasil, berkendara pun aman dan nyaman,”
Menurut mantan mekanik di bengkel resmi Honda itu berdasarkan
pengalamannya selama ini, para pengguna sepeda motor kerap mengalami
masalah setelah motor mereka digunakan di tengah guyuran hujan. Mogok di
tengah jalan, rantai putus atau los, rem blong atau muncul suara aneh,
hingga mesin rusak, adalah beberapa contoh masalah tersebut.
Lantas apa saja yang harus diperhatikan agar tampilan, keamanan, dan
kenyamanan motor tetap terjaga di musim hujan??
1. Cuci motor
Setelah motor digunakan berkendara di tengah guyuran hujan, sebaiknya
Anda mencucinya. Meski tak punya banyak waktu, sebaiknya Anda sempatkan
untuk mencucinya. “Meskipun hanya mengguyur seluruh bodi dan
bagian-bagian penting lainnya,” kata Alex.
Selain untuk menjaga penampilan, mengguyur dan mengeringkan badan motor tersebut juga untuk mencegah timbulnya karat.
2. Ban
Setelah selesai menerobos genangan air hujan, sebaiknya Anda
memeriksa tekanan air ban. Pastikan besaran tekanan itu sesuai dengan
standar pabrikan.
Ban yang tekanan anginnya kurang dari standar, sangat rentan cepat
aus. Pasalnya, dengan tekanan kurang, maka permukaan telapak ban yang
bersentuhan langsung dengan permukaan jalan semakin banyak.
Pada saat seperti itu, tarikan motor juga berat dan biasanya
pengendara menarik tuas gas lebih kuat. “Akibatnya, gesekan pun semakin
kuat. Di situlah ban cepat tipis atau gundul,” jelas Alex.
Selain menjaga tekanan angin, sebaiknya juga mencuci ban. Sikat
bagian telapak dan dinding samping ban. Hal ini selain untuk
menghilangkan unsur asam yang ada di air hujan, juga unsur lain seperti
lumpur atau kotoran yang menempel di ban.
Beberapa kotoran seperti bekas deterjen, oli, minyak tanah, bensin,
yang sebelumnya tumpah di jalan bisa terbawa atau berada di genangan air
hujan. Unsur-unsur yang ada di zat itu memicu karet ban cepat getas.
3. Rantai
Bagian lain dari motor yang rawan bermasalah setelah dikendarai di
tengah guyuran hujan adalah rantai. Terlebih motor yang tidak
menggunakan tutup rantai. Air hujan yang bersifat asam memicu terjadinya
karat pada peranti itu.
Pada sisi lain, setelah melibas lubang yang tertutup genangan air
hujan, rantai juga kendur. Oleh karena itu, kencangkan setelan rantai
sesuai dengan standar. Kemudian lumasi rantai dengan grease.
“Sebaiknya menggunakan pelumas grease karena selain tidak menyiprat, juga awet, meski terguyur hujan,” saran Alex.
Kendurnya rantai juga memicu gigi gir cepat tumpul atau patah. Sebab,
ketika pengendara menarik tuas, rantai seolah dientak ke gir.
4. Kanvas rem dan piston cakram rem
Kanvas rem terbuat dari bahan asbes. Bahan tersebut bila banyak terkena air akan menggelembung dan mengeras pada saat kering.
Akibatnya, rem terasa keras pada saat pedal rem diinjak atau bahkan
muncul suara mendecit atau suara keras lainnya. “Oleh karena itu,
setelah motor dicuci dan dibersihkan, jalankan motor dan sering-sering
menginjak pedal rem agar kanvas benar-benar kering,” kata Alex.
Begitu pun dengan rem cakram di roda depan. Rem cakram bersifat
terbuka. Padahal saat dipacu kencang di tengah guyuran hujan, kotoran
menempel pada kanvas rem maupun piston.
Bila itu terjadi, maka kinerja dua komponen itu tidak akan optimal.
Oleh karena itu, sangat disarankan membersihkan keduanya dari kotoran
setelah digunakan di tengah guyuran hujan. “Anda membersihkannya dengan
tiupan angin bertekanan tinggi,” jelas Alex.
5. Busi
Setelah motor selesai digunakan, sebaiknya Anda mencabut cop atau
karet penutup busi kemudian tiup dan lap dengan air bersih. Begitu pula
dengan kabel busi serta businya.
Bersihkan bagian elektroda atau sumbu yang terletak di bagian bonggol
busi. “Membersihkan elektroda tidak harus saban hari setelah motor
digunakan, tetapi membersihkan cop dan kabel harus tiap hari,” ucap
Alex.
6. Kotak saringan udara
Udara merupakan unsur penting untuk pembakaran bahan bakar di ruang
bakar mesin. Bila peranti ini basah karena air hujan masuk atau merembes
ke dalamnya, maka udara akan bercampur embun.
Akibatnya, pembakaran pun tak sempurna dan motor mogok. Oleh karena
itu, bersihkan dan keringkan perangkat itu bila motor telah digunakan di
tengah guyuran hujan. “Bagi motor yang dilternya dilepas, sebaiknya
dipasang kembali,” saran Alex.
7. Knalpot
Pada umumnya, bagian dalam knalpot dan leher knalpot akan keropos
bila banyak kotoran menempel di bagian itu. Terlebih bila kotoran
tersebut bercampur dengan air hujan.
Oleh sebab itu, bila motor telah melibas genangan air hujan atau
banjir dan air hujan masuk knalpot, sebaiknya air dikeluarkan. Setelah
motor dicuci bersih, panasi mesin. Setelah itu, semprotkan oli ke dalam
bagian knalpot dan olisi bagian leher knalpot dengan grease. Kemudian
panasi lagi mesin motor sekitar 5 menit.
Semoga bermanfaat…